Senin, 11 April 2011

hidup tak seperti air dengan segala anomalinya

malam sudah tak lagi gelap, fajar sepertinya akan mengetuk pintu rumah bernama dunia
"apa yang aku lakukan selarut ini?"
pertanyaan yang selalu muncul saat mata semakin layu memandang sebuah persegi panjang yang memendarkan cahaya
jam dinding perak dengan aksesoris-aksesoris pelengkap berwarna hitam menunjuk angka 2 dan 12
aku masih disini
diatas kursi statis yang selalu diam senyap
sayup-sayup terdengar pekikan udara hampa beradu dengan kipas angin yang sepertinya ingin berteriak "aku capek menemanimu"

jari-jari masih berlari diatas tuts keyboard
menulis apa yang bisa dipikirkan
memvisualisasikan apa yang kurasa dengan baris huruf dan kata

raungan angin tetap bergema di telinga
tak cukup bisa tuk membuyarkan konsentrasiku
dengan rasa dingin yang semakin menggerayangi tubuh, aku tetap disini, mengawasi gerak jari memainkan perannya

"tak lagi belasan, saatnya untuk apa?"
aku terdiam..memutar otak mencari jawaban
mencoba merangkai memori dan menyatukannya dalam sebuah gambar bergerak di dalam pikiran
mengingat video kehidupan bernama masa lalu
tetap tak kutemukan jawaban itu
terlalu masa bodoh untuk urusan seperti ini
hingga tak sadar jika detik waktu telah bergerak cepat walau tak semelesat cahaya
berpikir..berpikir..berpikir..
tak berguna!
cuma kosong yang ku dapat
hidupku bukanlah air dengan segala anomalinya
tak bisa hanya mengalir dan berharap mencapai tujuan dengan sekejap

"kamu yang disana, jangan cuma diam dan memandangiku!"
"bantu aku berpikir!"
konyol,,aku menuntut benda mati berbentuk monster-monster kecil untuk menanggapi
tak ada suara, angin di sekitarku tak bergerak,, sumber angin telah kuajari untuk mencampakkanku
bukan karena kekecewaan pada mereka yang membisu, lebih karena rasa dingin telah menjalar masuk

"ya sudahlah, lihat saja besok"
kuteguk beberapa bulir air dan berusaha mengalihkan pandangan dari cahaya di depanku
mematikan fungsi otak tuk sejenak, menikmati alam tanpa batas bernama mimpi


Just Do It!

terkadang aku berharap otak berkhianat diam dan mulut terbekap rapat
banyak moment dimana instict lebih berguna daripada kerja otak
tak perlu impuls listrik yang menyambung sel abu dan mengintegrasinya
tak perlu omong kosong terucap dari sumur segala kata
tak perlu berpikir akan konsekuensi
dua kata empat huruf : DO IT !!!

waktu terlalu berharga untuk dihabiskan dengan berpikir
berpikir tak berarti masalah selesai
cuma menambah beban berupa keragaman konsekuensi

-to be continued-

Minggu, 03 April 2011

Pilot

Momentum..
sebagian orang dengan tingkat pengetahuan yang "bisa" dibanggakan mungkin menjawab "hasil kali antara massa benda dengan kecepatan benda tersebut dengan hasil berupa vektor"
maaf, jika itu yang anda pikirkan, tolong potong saja urat nadi pengetahuan akademis anda ketika membaca coretan-coretan disini
tak perlu mengernyitkan dahi maupun menyambung milyaran sel otak, karena ini bukan coretan yang membebani fungsi organ anda bernama otak

secara simple bisa dikatakan kalau Momentum adalah saat yang tepat
ketika 2 variabel bertemu, yang mereka sebut dengan mimpi dan kenyataan, bisa juga didefinisikan sebagai momentum
tak ada definisi pasti
gunakan imaji anda masing-masing tuk menemukan arti

Hukum Kekekalan Momentum..
di dunia fisika disebutkan bahwa dalam kondisi tertentu, momentum suatu sistem akan kekal dan tidak berubah
seperti yang kita tahu, kita memiliki banyak sekali variabel dalam hidup
kedinamisan variabel itu menciptakan suatu pertanyaan yang bahkan aku sendiri belum bisa menjawabnya saat ini,
"apakah hukum kekekalan momentum berlaku dalam kehidupan kita?"